https://jmns.aktabe.com/index.php/jmns/issue/feedJournal Of Midwifery And Nursing Studies2026-01-27T05:35:53+00:00Sri Ningsihsriningsih@aktabe.ac.idOpen Journal Systems<p><strong>Information</strong></p> <p>Journal of Midwifery and Nursing Studies published by aktabe.ac.id. Aktabe is Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba (Midwifery Academy of Tahirah Al Baeti Bulukumba) cited in South Sulawesi, Indonesia. this Journal of Midwifery and Nursing Studies is a peer reviewed free open access journal. This professional journal provides a venue for the publication of research relevant to midwifery and nursing practiced by specialist and researchers in various disciplines including:</p> <ul> <li>Midwifery science</li> <li>Nursing informatics</li> <li>Reproductive health</li> <li>Maternal and child health</li> <li>Obsetetrics and gynecology</li> <li>Sexual health promotion</li> <li>Women’s health</li> <li>Public health</li> <li>Psychosocial and ethical aspects of women’s health</li> <li>Educational and counceling interventions in midwifery and nursing</li> </ul>https://jmns.aktabe.com/index.php/jmns/article/view/180FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH ( BBLR) 2025-10-01T01:42:15+00:00Nisma A. Sahuranismajhono20@gmail.comRosmawatynismajhono20@gmail.comChandra Ariani Saputrinismajhono20@gmail.com<p><strong><em>Latar Belakang:</em></strong><em> Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) termasuk kedalam faktor yang menyebabkan mortalitas, morbilitas dan kecacatan pada neonatus dan bayi sehingga masih menjadi penyebab kematian neonatal. <strong>Tujuan:</strong> untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Mokopido Tolitoli tahun 2024. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional (desain potong lintang). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang melahirkan di RSUD Mokopido Tolitoli pada bulan Januri-Desember 2024, dengan jumlah sampel sebanyak 95 orang diambil dengan tehnik Simple Random Sampling. Jenis pengumpulan data dilakukan dengan melihat data rekam medis tahun 2024. Analisis bivariate dalam penelitian ini menggunakan uji chi square. <strong>Hasil</strong></em> <em>Terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu dengan kejadian BBLR dengan p-value 0,000 (?<0,05). Ada hubungan yang signifikan antara preeklamsi dengan kejadian BBLR dengan p-value 0.012 (?<0,05). Tidak terdapat hubungan antara plasenta previa terhadap kejadian BBLR dengan p-value 0,330 (? >0,05). Tidak terdapat hubungan antara kehamilan kembar terhadap kejadian BBLR dengan p-value 0,074 (? >0,05). <strong>Kesimpulan : </strong>terdapat dua faktor yang mempengaruhi kejadian BBLR yaitu usia kehamilan dan preeklmasi. Disarankan kepada tenaga kesehatan khususnya di RSUD Mokopido Tolitoli untuk memberikan konseling tentang menjaga kehamilan, merawat kehamilan serta bekerjasama dengan faskes tingkat I agar edukasi dan konseling kepada seluruh ibu hamil dapat tercapai.</em></p>2025-11-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Nisma A. Sahura; Rosmawaty; Chandra Ariani Saputrihttps://jmns.aktabe.com/index.php/jmns/article/view/189HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN STRES PADA IBU HAMIL TRIMESTER lll DENGAN PENCEGAHAN PRE-EKLAMPSIA2025-10-09T06:35:57+00:00Putrifitrianimuis15@gmail.comFitrianifitrianimuis15@gmail.comNur Ekawatifitrianimuis15@gmail.comSAMILAfitrianimuis15@gmail.com<p><strong><em>Latar Belakang</em></strong><em>:Pre-eklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas pada ibu dan janin. <strong>Tujuan:</strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan stres pada ibu hamil trimester III dengan pencegahan pre-eklampsia di Puskesmas Minasa Upa Kota Makassar. <strong>Metode:</strong> Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan metode cross sectional. Jumlah responden sebanyak 40 ibu hamil trimester III yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan, tingkat stres, dan tindakan pencegahan. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%. <strong>Hasil:</strong> Penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan pencegahan pre-eklampsia (p=0,000; p<0,001) serta tingkat stres dengan pencegahan pre-eklampsia (p=0,000; p<0,05). <strong>Kesimpulan:</strong> Pengetahuan yang baik meningkatkan kemungkinan ibu hamil melakukan pencegahan optimal, sedangkan stres yang tinggi menurunkan efektivitas pencegahan.</em></p>2025-11-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Fitriani Muis, Putri, Nur Ekawati, Samilahttps://jmns.aktabe.com/index.php/jmns/article/view/195EFIKASI TABLET KALSIUM SEBAGAI PENCEGAHAN PENINGKATAN TEKANAN DARAH PADA KEHAMILAN WANITA DENGAN RIWAYAT PREEKLAMPSIA2025-11-08T10:03:57+00:00RahayuAyurahayu.m93@gmail.comFitrianiAyurahayu.m93@gmail.comRahmaniyah RAyurahayu.m93@gmail.comNurul Hidayah Boharinurulhidayahbohari@gmail.com<p><strong><em>Latar</em></strong><strong><em> belakang:</em></strong><em>. Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang ditandai oleh peningkatan tekanan darah setelah usia kehamilan 20 minggu, dan merupakan penyebab utama morbiditas serta mortalitas maternal. Salah satu upaya pencegahan yang direkomendasikan WHO dan ACOG adalah suplementasi kalsium.<strong> Tujuan</strong></em><strong><em>:</em></strong><em> penelitian ini adalah untuk menganalisis efikasi pemberian suplementasi tablet kalsium terhadap perubahan tekanan darah serta pencegahan peningkatan tekanan darah pada ibu hamil dengan riwayat preeklampsia,</em><em>. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan </em><em>pretest-posttest control group. Sampel berjumlah 60 ibu hamil dengan riwayat preeklampsia, dibagi menjadi dua kelompok: kelompok intervensi yang diberi tablet kalsium 1000 mg/hari dan kelompok kontrol tanpa suplementasi tambahan selain ANC rutin.</em><em> Alat ukur & instrumen yang digunakan yaitu tekanan darah digital terkalibrasi</em><em>, lembar observasi tekanan darah</em><em> serta catatan konsumsi tablet kalsium. Analisis menggunakan uji </em><em>t-test dan </em><em>chi-square</em><em>. <strong>Hasil: </strong>penelitian menunjukkan bahwa Rata-rata tekanan darah sistolik pada kelompok intervensi menurun dari 134,6 mmHg menjadi 122,3 mmHg (p=0,001), sedangkan pada kelompok kontrol meningkat dari 132,7 mmHg menjadi 136,2 mmHg (p=0,042). Analisis bivariat menunjukkan hubungan bermakna antara pemberian tablet kalsium dengan penurunan risiko peningkatan tekanan darah</em> (p<0,05)<strong><em>.</em></strong> <strong><em>Kesimpulan: </em></strong><em>Tablet kalsium terbukti efektif mencegah peningkatan tekanan darah pada ibu hamil dengan riwayat preeklampsia. Pemberian kalsium sebaiknya dijadikan bagian dari protokol ANC untuk kelompok risiko tinggi.</em></p> <p> </p>2025-12-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Rahayu, Fitriani, Rahmaniyah R, Nurul Hidayah Boharihttps://jmns.aktabe.com/index.php/jmns/article/view/217FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI GIZI BURUK TERHADAP BALITA USIA 12-59 BULAN2025-12-10T01:39:43+00:00nursyahraeni madika rahmanSaraheni32@gmail.comRisdayantiSaraheni32@gmail.comHasnidarSaraheni32@gmail.com<p><strong><em>Latar Belakang:</em></strong><em> Status gizi balita merupakan faktor penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Malnutrisi pada anak dapat menyebabkan gangguan perkembangan fisik, mental, kognitif, serta meningkatkan kerentanan terhadap penyakit infeksi. <strong>Tujuan :</strong> Riset ini mempunyai tujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi gizi buruk terhadap balita usia 12-59 bulan Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Lamurukung Tahun 2024. <strong>Metode :</strong> Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional. Data dikumpulkan melalui pengukuran tinggi badan serta berat badan balita dalam menilai status gizi. <strong>Hasil :</strong> Temuan uji statistik menunjukkan bahwa dari empat faktor yang diteliti, dua variabel mempunyai korelasi signifikan terhadap kondisi gizi anak balita, yaitu frekuensi pemantauan berat badan (p = 0,028) dan pengetahuan orang tua tentang gizi (p = 0,000). Pengetahuan orang tua merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi status gizi. Sementara itu, frekuensi pemantauan tinggi badan (p = 0,071) dan jenis makanan yang diberikan (p = 0,040) menunjukkan ada hubungan yang signifikan secara statistik. <strong>Kesimpulan :</strong> Riset ini menunjukkan bahwa mayoritas balita di wilayah kerja UPT Puskesmas Lamurukung mempunyai gizi yang buruk. Salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi gizi anak adalah kesadaran orang tua, terutama ibu. Dengan demikian, disarankan agar edukasi gizi kepada orang tua ditingkatkan melalui posyandu dan penyuluhan, serta melibatkan peran aktif masyarakat dan institusi terkait dalam pencegahan gizi buruk pada balita<strong>.</strong></em></p>2025-12-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 nursyahraeni madika rahman, Risdayanti, Hasnidarhttps://jmns.aktabe.com/index.php/jmns/article/view/181HUBUNGAN JENIS PERSALINAN DENGAN KEBERHASILAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU EKSKLUSIF2026-01-15T08:35:02+00:00Ni Wayan Luh Wiratniluhwiratni27@gmail.comNi Nyoman Budianibudiani.n3@gmail.comListina Ade Widya Ningtyasade.widya23@gmail.comNi Gusti Kompiang Sriasihsriasihkespro@gmail.comGusti Ayu Eka Utarinieka.utarini@gmail.com<p><em>Menyusui berperan penting dalam tahap tumbuh dan berkembangnya perkembangan bayi, Dimana jika hanya ASI saja yang diberikan dalam usia enam bulan pertama bayi terbukti meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Namun, cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih rendah, hanya sebesar 30,4%. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jenis persalinan dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di UPTD Puskesmas Nusa Penida I. Penelitian dilakukan pada Mei 2025 dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 101 ibu yang memiliki bayi usia 7–12 bulan, dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil menunjukkan sebagian besar ibu melahirkan secara per abdominal (68,3%) dan tingkat keberhasilan ASI eksklusif sebesar 53,5%. Uji Chi-Square menunjukkan jenis persalinan dan keberhasilan pemberian ASI eksklusif memiliki hubungan signifikan (p = 0,000), dimana ibu yang melahirkan per vaginam lebih banyak berhasil memberikan ASI eksklusif. Disimpulkan bahwa jenis persalinan berpengaruh terhadap keberhasilan ASI eksklusif. Disarankan agar petugas kesehatan memberikan dukungan dan konseling menyusui kepada ibu pasca persalinan per abdominal. Ibu juga disarankan menggunakan pompa ASI dan memahami teknik penyimpanan yang benar.</em></p> <p><em>Kata kunci : ASI eksklusif, konseling menyusui, persalinan </em></p>2026-01-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Ni Wayan Luh Wiratni, Ni Nyoman Budiani, Listina Ade Widya Ningtyas, Ni Gusti Kompiang Sriasih, Gusti Ayu Eka Utarinihttps://jmns.aktabe.com/index.php/jmns/article/view/191ANALISIS MOTIVASI DAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP PENGGUNAAN KONTRASEPSI 2025-11-18T07:24:36+00:00Sitti Usmiasitti.usmia@gmail.comArfianisitti.usmia@gmail.comNurhinayahsitti.usmia@gmail.comHaeranisitti.usmia@gmail.com<p><strong><em>ABSTRAK </em></strong></p> <p><strong>Latar Belakang: </strong>Fenomena Penggunaan Kontrasepsi yang belum mencapai target, di Puskesmas Caile. Berdasarkan data, dari 230 sasaran pengguna kontrasepsi tercatat total pengguna sebanyak 92%, dengan Jenis Kontrasepsi terbanyak yang digunakan adalah Implant sebanyak 49%, jenis Kontrasepsi paling sedikit digunakan adalah Kontrasepsi IUD sebanyak 6%. Walaupun pengguna Kontrasepsi saat ini cukup tinggi, bidan terus mengupayakan agar pengguna kontrasepsi terus meningkat hingga dapat melampaui presentase pengguna saat ini, dengan memperhatikan Faktor-Faktor yang dapat mempengaruhi Pengguna Kontrasepsi diantaranya motivasi dan dukungan suami.</p> <p><strong>Metode: </strong>Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian deskriptif ini melibatkan pengumpulan data untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan tentang pendapat orang atas sebuah isu atau topik. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang didasarkan pada pengumpulan dan analisis data berbentuk angka (numerik) untuk menjelaskan, memprediksi, dan mengontrol fenomena yang diminati.</p> <p><strong>Hasil:</strong>Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Motivasi (X1) Berpengaruh Terhadap Penggunaan Kontrasepsi Dengan nilai signifikan sebesar 0,05 < 0,05.</p> <p> Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Dukungan Suami (X2) Berpengaruh terhadap Penggunaan Kontrase$psi (Y) dengan nilai signifikan sebe$sar 0,000 < 0,05. </p> <p> Berdasarkan hasil penelitian melalui uji simultan menunjukkan bahwa motivasi (X1) dan dukungan suami (X2) berpengaruh terhadap penggunaan kontrasepsi dengan nilai signifikan 0.00<0.05 </p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang pengaruh Motivasi dan Dukungan Suami Terhadap Penggunaan Kontrasepsi di Puskesmas Caile Kabupaten Bulukumba menunjukkan hasil yang berpengaruh signifakan.</p> <p><em>Kata kunci: </em><em>Mo</em><em>tivasi </em><em>,</em><em> Dukungan Suami</em><em>, </em><em>Pe</em><em>nggunaan Ko</em><em>ntrase</em><em>psi</em></p>2025-12-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Sitti Usmia, Arfiani, Nurhinayah, Haeranihttps://jmns.aktabe.com/index.php/jmns/article/view/207HUBUNGAN KONTRASEPI HORMONAL DENGAN PERUBAHAN POLA HAID PADA AKSEPTOR KB 2025-12-05T08:14:30+00:00Andi Asmirandaandiasmirandasman12bone@gmail.comSulfiantiandiasmirandasman12bone@gmail.comIsmawatiandiasmirandasman12bone@gmail.comMustarandiasmirandasman12bone@gmail.com<p><strong><em>Latar Belakang: </em></strong><em>Program keluarga berencana merupakan upaya pengendalian jumlah kelahiran dilakukan melalui program Keluarga Berencana (KB). Penggunaan kontrasepsi hormonal terus meningkat, namun efek samping berupa perubahan pola menstruasi masih sering terjadi. Data menunjukkan tingginya penggunaan kontrasepsi hormonal, terutama suntik, dengan banyak akseptor mengalami gangguan siklus haid<strong>. Tujuan: </strong>Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perubahan pola menstruasi dengan penggunaan kontrasepsi hormonal di Puskesmas Lamurukung<strong>. Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain deskriptif analitif dengan pendekatan Cross Sectional. Sebanyak 94 responden menggunakan teknik pengambilan sampel acak proporsional sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Perubahan pola menstruasi pada akseptor kontrasepsi hormonal merupakan variabel dependen, sedangkan kontrasepsi hormonal merupakan variabel independen. Data primer—yaitu informasi yang diperoleh dari kuesioner dan wawancara—digunakan dalam pengumpulan data. Uji chi square digunakan untuk pemrosesan dan analisis data. <strong>Hasil: </strong>Hasil uji statistic chi square Nilai P = 0,000 (P < 0,05) menunjukkan adanya hubungan antara kontrasepsi hormonal dengan perubahan pola menstruasi pada akseptor KB di UPT Puskesmas L</em><em>amurukung. dengan signifikansi 0,0<strong>5. Kesimpulan: </strong>Hasil menunjukkan keberadaan hormon progesteron menyebabkan perubahan pola menstruasi pada 67 dari 94 perempuan pengguna kontrasepsi hormonal. Dengan menghambat ovulasi dan menekan pertumbuhan folikel, hormon ini membantu pengguna kontrasepsi hormonal memahami manfaat dan kekurangan metode ini<strong>.</strong></em></p>2025-12-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Andi Asmiranda, Sulfianti, Ismawati, Mustarhttps://jmns.aktabe.com/index.php/jmns/article/view/220HUBUNGAN SEBARAN MEDIA LEAFLET GIZI SEIMBANG DENGAN PERILAKU PEMILIHAN JAJANAN SEHAT PADA ANAK SEKOLAH2026-01-09T06:16:52+00:00Bau Kanangbaukanang83@gmail.comDjilfa Rumagiabaukanang83@gmail.comSitti Mayangbaukanang83@gmail.com<p><strong><em>Background: </em></strong><em>Snack selection behavior among school children is still largely influenced by environmental factors and a lack of understanding of balanced nutrition. Leaflets are one of the educational media that are easily distributed and understood by students. However, the effectiveness of balanced nutrition leaflet distribution on changing healthy snack selection behavior still needs to be studied<strong>. Objective: </strong>This study aims to determine the relationship between the distribution of balanced nutrition leaflets and healthy snack selection behavior among school children at SMK Negeri 2 Nabire<strong>. Method: </strong>This study used an analytical design with a cross-sectional approach. The study population was all grade X students of SMK Negeri 2 Nabire, with a sample of 79 respondents selected using the total sampling technique. Data collection was carried out using a structured questionnaire. Data analysis used the chi-square statistical test. <strong>Results: </strong>The results showed that students who received and understood the balanced nutrition leaflet tended to have better healthy snack selection behaviors than students who were less exposed to the leaflet. Statistical tests showed a significant relationship between the distribution of the balanced nutrition leaflet and healthy snack selection behaviors (p < 0.04).<strong> Conclusion: </strong>There is a significant relationship between the distribution of the balanced nutrition leaflet and healthy snack selection behaviors among schoolchildren at SMK Negeri 2 Nabire.</em></p>2026-01-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Bau Kanang, Djilfa Rumagia, Sitti Mayanghttps://jmns.aktabe.com/index.php/jmns/article/view/183PENGARUH DUKUNGAN SUAMI TERHADAP KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER III SEBELUM MENGHADAPI PERSALINAN2025-10-18T06:25:28+00:00Andi Ramliany Hasyimandiramlianyhasyim123@gmail.comNurjannahandiramlianyhasyim123@gmail.comMustarandiramlianyhasyim123@gmail.comAlpiani Ekasariandiramlianyhasyim123@gmail.com<p><strong><em>Latar Belakang:</em></strong><em> Kecemasan pada kehamilan merupakan reaksi emosional pada ibu hamil terkait kekhawatirannya terhadap kesejahteraan diri dan janinnya. Kecemasan pada ibu hamil timbul khususnya pada trimester ketiga kehamilan hingga persalinan tiba. </em><em>Oleh karena itu, adanya kesesuaian dukungan suami menjadi faktor penting dalam penentu kecemasan ibu hamil di usia kehamilan trimester ketiga. Semakin tinggi kecemasan yang di alami ibu hamil maka semakin tinggi pula dukungan yang harus diberikan oleh suami untuk mereduksi kecemasan-kecemasan yang dialami ibu hamil.</em> <strong><em>Tujuan:</em></strong><em> Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Pengaruh Dukungan Suami Terhadap Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Sebelum Menghadapi Persalinan di UPT Puskesmas Lamurukung. <strong>Metode:</strong> Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dan pendekatan cross sectional. <strong>Hasil: </strong>Hasil penelitian dari uji statistic </em><em>chi-square</em> <em>didapatkan nilai signifikan P = 0,000 < ? (0,005) yang berarti terdapat pengaruh antara dukungan suami dari aspek dukungan informasional, penilaian, instrumental, dan emosional dengan kecemasan ibu hamil trimester III. <strong>Kesimpulan:</strong> Berdasarkan hasil penelitian didapatkan ada pengaruh antara dukungan suami secara informasional, penilaian, instrumental, dan emosional terhadap kecemasan pada ibu hamil Trimester III. </em></p>2025-12-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Andi Ramliany Hasyim, Nurjannah, Mustar, Alpiani Ekasarihttps://jmns.aktabe.com/index.php/jmns/article/view/193PENGARUH HOME CARE TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU NIFAS MENGENAI PERAWATAN LUKA PERINEUM2025-10-24T06:59:39+00:00Risna Yunita Asminrisna_ya@uim-makassar.ac.idAsrida Arisna_ya@uim-makassar.ac.idHusnul Khatimahhusnulkhatimahidris27@gmail.comFatmawatirisna_ya@uim-makassar.ac.id<p><strong><em>Latar Belakang: </em></strong><em>Luka perineum </em><em>adalah salah satu komplikasi</em><em> yang umum terjadi saat persalinan</em><em> dan membutuhkan perawatan khusus </em><em>agar infeksi</em><em> dapat dicegah dan proses penyembuhan berlangsung lebih cepat. Kurangnya </em><em>pengetahuan dan sikap dalam perawatan luka dapat meningkatkan risiko komplikasi</em><em> pascasalin. </em><em>Program home care yang berjalan dengan baik mampu meningkatkan pengetahuan serta sikap ibu nifas dalam merawat luka perineum, yang terlihat dari pemahaman yang lebih tinggi dan sikap yang lebih positif untuk melakukan perawatan secara mandiri. <strong>Tujuan</strong></em><strong><em>:</em></strong><em> penelitian ini untuk mengetahui pengaruh home</em><em> care terhadap pengetahuan dan sikap ibu nifas mengenai perawatan luka perineum di wilayah kerja UPT Puskesmas </em><em>Gentungan Kabupaten Gowa. <strong>Metode</strong>: </em><em>Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest dengan kelompok control</em><em>. </em><em>Sampel berjumlah 30 ibu nifas yang mengalami luka perineum, dibagi menjadi 2 kelompok (intervensi dan kontrol)</em><em>. </em><em>Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah intervensi home</em> <em>care selama 7 hari</em><em>. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis Uji</em><em> Wilcoxon. <strong>Hasil: </strong>penelitian menunjukkan bahwa </em><em>adanya peningkatan yang signifikan pada pengetahuan (p = 0,000) dan sikap (p = 0,001) pada kelompok intervensi setelah diberikan home</em> <em>care, dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak menunjukkan perubahan signifikan. <strong>Kesimpulan: </strong>ada pengaruh </em><em>home care terhadapah pengetahuan dan sikap ibu nifas mengenai perawatan luka perineum </em></p>2025-12-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Risna Yunita Asmin, Asrida A, Husnul Khatimah, Fatmawatihttps://jmns.aktabe.com/index.php/jmns/article/view/215HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN POLA ASUH DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA 2025-12-08T02:33:03+00:00Zulfitrawati Hamidzulfitrawati@gmail.comAsrar Asasrar@gmail.comAsmiana Saputri Ilyasasmianasaputriilyas@gmail.com<p><strong><em>Latar Belakang</em></strong><em>: Status gizi balita merupakan indikator penting dalam menentukan kualitas kesehatan masyarakat dan sangat dipengaruhi oleh faktor pendidikan serta pola asuh ibu. Rendahnya pengetahuan dan ketidaktepatan pola asuh dapat berdampak pada ketidakseimbangan asupan gizi sehingga meningkatkan risiko gizi kurang<strong>. Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pendidikan dan pola asuh dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Loea, Kabupaten Kolaka Timur. <strong>Metode</strong>: studi ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 54 balita berusia 0–59 bulan yang dipilih menggunakan rumus Slovin dari 63 populasi. Data diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner untuk menilai pola asuh (asuh, asih, asah) serta pengukuran antropometri dengan indikator BB/U untuk menentukan status gizi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi ? = <0,05. <strong>Hasil</strong>: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pendidikan menengah (51,9%), menerapkan pola asuh baik (50%), dan balitanya memiliki status gizi baik (72,2%). Terdapat hubungan signifikan antara pendidikan ibu dan status gizi balita (p = 0,034) serta hubungan sangat signifikan antara pola asuh dan status gizi balita (p = 0,000). <strong>Kesimpulan</strong>: Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan edukasi gizi dan pembinaan pola asuh untuk mencegah masalah gizi pada balita.</em></p>2025-12-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Zulfitrawati Hamid, Asrar As, Asmiana Saputri Ilyashttps://jmns.aktabe.com/index.php/jmns/article/view/225AROMATERAPI LEMON SEBAGAI TERAPI NONFARMAKOLOGIS UNTUK MUAL MUNTAH IBU HAMIL TRIMESTER SATU2026-01-27T05:35:53+00:00Fitri Adrianifitrial795@gmail.comLilis Suryanifitrial795@gmail.comNingsi Angraenifitrial795@gmail.comIsnaenyunhy.ijazn@gmail.comJusniunhy.ijazn@gmail.com<p><strong><em>Latar belakang: </em></strong><em>Emesis gravidarum merupakan keluhan umum yang sering dialami ibu hamil trimester pertama dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan kualitas hidup, serta berpotensi memengaruhi status gizi ibu hamil. Penanganan emesis gravidarum umumnya menggunakan terapi farmakologis, namun penggunaannya pada kehamilan memiliki keterbatasan karena risiko efek samping. Oleh karena itu, diperlukan alternatif terapi nonfarmakologis yang aman, efektif, dan mudah diterapkan. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah aromaterapi lemon</em><em>. </em><strong><em>Tujuan</em></strong><em>:</em><em> ntuk mengetahui pengaruh aromaterapi lemon terhadap tingkat mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama di Puskesmas Lasepang Kabupaten Bantaeng. <strong>Metode</strong></em><em>: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 10 ibu hamil trimester pertama yang mengalami emesis gravidarum. Data dianalisis menggunakan uji statistik dengan Uji Wilcoxon sederhana</em><em>. <strong>Hasil</strong> : menunjukkan adanya penurunan tingkat mual dan muntah setelah pemberian aromaterapi lemon dengan nilai p = 0,005, yang berarti terdapat pengaruh signifikan aromaterapi lemon terhadap penurunan emesis gravidarum. <strong>Kesimpulan</strong></em><strong><em>:</em></strong><em> penelitian ini adalah aromaterapi lemon efektif dalam menurunkan tingkat mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama</em><em>.</em></p>2026-02-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Fitri Adriani, Lilis Suryani, Ningsi Angraeni, Jusni