FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI GIZI BURUK TERHADAP BALITA USIA 12-59 BULAN
Main Article Content
Abstract
Latar Belakang: Status gizi balita merupakan faktor penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Malnutrisi pada anak dapat menyebabkan gangguan perkembangan fisik, mental, kognitif, serta meningkatkan kerentanan terhadap penyakit infeksi. Tujuan : Riset ini mempunyai tujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi gizi buruk terhadap balita usia 12-59 bulan Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Lamurukung Tahun 2024. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional. Data dikumpulkan melalui pengukuran tinggi badan serta berat badan balita dalam menilai status gizi. Hasil : Temuan uji statistik menunjukkan bahwa dari empat faktor yang diteliti, dua variabel mempunyai korelasi signifikan terhadap kondisi gizi anak balita, yaitu frekuensi pemantauan berat badan (p = 0,028) dan pengetahuan orang tua tentang gizi (p = 0,000). Pengetahuan orang tua merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi status gizi. Sementara itu, frekuensi pemantauan tinggi badan (p = 0,071) dan jenis makanan yang diberikan (p = 0,040) menunjukkan ada hubungan yang signifikan secara statistik. Kesimpulan : Riset ini menunjukkan bahwa mayoritas balita di wilayah kerja UPT Puskesmas Lamurukung mempunyai gizi yang buruk. Salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi gizi anak adalah kesadaran orang tua, terutama ibu. Dengan demikian, disarankan agar edukasi gizi kepada orang tua ditingkatkan melalui posyandu dan penyuluhan, serta melibatkan peran aktif masyarakat dan institusi terkait dalam pencegahan gizi buruk pada balita.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
All right reserved. The articles in this journal are under copyright of JMNS and the author of the article. No part of the articles may be reproduced without permission of the journal management
References
Aboagye, R. G., Ahinkorah, B. O., Seidu, A. A., Frimpong, J. B., Archer, A. G., Adu, C., Hagan, J. E., Amu, H., & Yaya, S. (2022). Birth weight and nutritional status of children under five in sub-Saharan Africa. PLOS ONE, 17(2), e0263010. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0263010
Adiningsih, R. (2019). Gizi kurang pada balita dan dampaknya terhadap kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Alamsyah, R., Hidayati, T., & Syafrudin, A. (2017). Gizi buruk pada balita: Faktor penyebab dan pencegahannya. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 9(1), 45–52.
Annisa, N. (2023). Faktor Risiko Masalah Gizi Kurang pada Balita di Indonesia. Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia, 12(2), 112–120.
Chakrabarti, S., Raghunathan, K., Alderman, H., Menon, P., & Nguyen, P. (2019). The impact of maternal education on child nutrition in South Asia. Maternal & Child Nutrition, 15(S1), e12784. https://doi.org/10.1111/mcn.12784
Cuenca, C. M., Victoria, C. G., & De Onis, M. (2020). Global prevalence of malnutrition among under-five children: A meta-analysis. The Lancet Global Health, 8(3), e311–e319.
Dewi, N. L. P. A., & Hartati, S. (2020). Hubungan pola makan dengan status gizi anak usia 2–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 8(2), 115–121.
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. (2022). Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2022. Makassar: Dinkes Sulsel.
Fitriani, D., & Widodo, A. (2022). Hubungan Pemberian MP-ASI dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 6–24 Bulan. Jurnal Ilmu Kesehatan, 10(1), 45–52.
Ghosh, S., Roy, S. K., & Shrestha, L. (2022). Community-based integrated nutrition program reduces childhood stunting: Evidence from South Asia. The Lancet Global Health, 10(3), e354–e362.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Standar Antropometri Anak. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Kemenkes RI.
Kusumawati, R., Pratama, A. H., & Lestari, S. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi anak usia 6–24 bulan di wilayah perkotaan dan pedesaan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(1), 22–29.
Lutfiasari, S., & Nikmah, H. (2020). Prevalensi gizi buruk dan gizi kurang pada balita di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 15(4), 167–174.
Marlina, S., Nurhalimah, D., & Fitria, N. (2021). Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Buruk pada Balita di Daerah Pedesaan. Jurnal Gizi dan Pangan, 16(3), 145–152.
Notoatmodjo, S. (2023). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Putri, D. A., & Santoso, R. (2023). Pengaruh Pengetahuan Gizi terhadap Pola Makan Balita. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 13(1), 24–31.
Rahayu, L., Nugroho, B. A., & Putri, M. (2022). Hubungan Pola Konsumsi dengan Status Gizi Balita. Jurnal Gizi Indonesia, 10(2), 67–75.
Sari, L. M., Nugroho, W., & Puspitasari, R. (2022). Efektivitas Program Makanan Tambahan terhadap Perbaikan Status Gizi Balita. Jurnal Gizi dan Pangan Sehat, 5(2), 55–60.
Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suryani, E., & Lestari, H. (2021). Analisis Status Gizi Balita di Wilayah Perkotaan dengan Program Posyandu Aktif. Jurnal Kesehatan Komunitas, 9(2), 85–91.
Susanti, M., & Wulandari, A. (2024). Pengaruh Pengetahuan dan Perilaku Gizi Ibu terhadap Status Gizi Balita. Jurnal Ilmu Gizi Indonesia, 7(3), 140–148.
Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). (2023). Buku Hasil SSGI 2023 dalam Angka. Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.
Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). (2020). Buku Hasil SSGI 2020 dalam Angka. Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.
Toruntju, E., Mawarni, A., & Yusuf, R. (2020). Dampak Kekurangan Gizi pada Ibu Hamil Terhadap Kesehatan Janin. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 12(1), 21–28.
UNICEF & WHO. (2023). Progress on Children's Nutrition: UNICEF/WHO Joint Monitoring Report. Geneva: World Health Organization.
Wahyuni, E., & Rahayu, L. (2020). Hubungan Aktivitas Posyandu dengan Status Gizi Balita di Wilayah Perkotaan. Jurnal Gizi Indonesia, 8(2), 89–95.
World Health Organization (WHO). (2024). Ultra-Processed Foods, Diet Quality and Health of Children and Adolescents: A Global Perspective. Geneva: WHO.
Widya, A., Putri, L., & Rahmawati, S. (2021). Faktor Risiko Kejadian Gizi Buruk pada Anak Usia 24–59 Bulan. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 12(2), 45–53.
Wulandari, R., & Sari, M. (2021). Tingkat partisipasi posyandu dan pengaruhnya terhadap pengetahuan gizi ibu balita. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia, 9(1), 22–28.
Yuliana, A., & Hapsari, E. W. (2021). Hubungan tingkat pendidikan ibu dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas A. Jurnal Gizi Indonesia, 10(2), 93–100.