HUBUNGAN JENIS PERSALINAN DENGAN KEBERHASILAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU EKSKLUSIF

Isi Artikel Utama

Ni Wayan Luh Wiratni
Ni Nyoman Budiani
Listina Ade Widya Ningtyas
Ni Gusti Kompiang Sriasih
Gusti Ayu Eka Utarini

Abstrak

Menyusui berperan penting dalam tahap tumbuh dan berkembangnya perkembangan bayi, Dimana jika hanya ASI saja yang diberikan dalam usia enam bulan pertama bayi  terbukti meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Namun, cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih rendah, hanya sebesar 30,4%. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jenis persalinan dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di UPTD Puskesmas Nusa Penida I. Penelitian dilakukan pada Mei 2025 dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 101 ibu yang memiliki bayi usia 7–12 bulan, dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil menunjukkan sebagian besar ibu melahirkan secara per abdominal (68,3%) dan tingkat keberhasilan ASI eksklusif sebesar 53,5%. Uji Chi-Square menunjukkan jenis persalinan dan keberhasilan pemberian ASI eksklusif memiliki hubungan signifikan (p = 0,000), dimana ibu yang melahirkan per vaginam lebih banyak berhasil memberikan ASI eksklusif. Disimpulkan bahwa jenis persalinan berpengaruh terhadap keberhasilan ASI eksklusif. Disarankan agar petugas kesehatan memberikan dukungan dan konseling menyusui kepada ibu pasca persalinan per abdominal. Ibu juga disarankan menggunakan pompa ASI dan memahami teknik penyimpanan yang benar.


Kata kunci : ASI eksklusif, konseling menyusui, persalinan

Rincian Artikel

Bagian
Articles

Referensi

Aji, H., & Isngadi, I. (2024). Manajemen anestesi pada pasien atrial septal defect dan hipertensi pulmonal yang menjalani prosedur seksio sesarea. Jurnal Anestesi Obstetri Indonesia, 7(1), 13–21.

Aminingsih, S., Yulianti, T. S., & Warsini. (2023). Pengaruh Pemberian Susu Kedelai Terhadap Peningkatan Produksi ASI Pada Ibu Menyusui. KOSALA?: Jurnal Ilmu Kesehatan, 11(2), 139–149. https://doi.org/10.37831/kjik.v11i2.306

Andriana, S., Sukmawati, S., & Solehati, T. (2023). Efektifitas intervensi relaksasi benson dan mobilisasi dini terhadap nyeri akut pada pasien post sectio caesarea atas indikasi gagal drip: studi kasus. Nursing News Jurnal Ilmiah Keperawatan, 7(3), 133–148.

Damayanti, N. A., Doda, V., & Rompas, S. (2020). Status Gizi, Umur, Pekerjaan Dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Saat Ibu Kembali Bekerja. Jurnal Keperwatan, 8(1), 23. https://doi.org/10.35790/jkp.v8i1.28408

Fitriani, D., Astuti, A., & Utami, F. (2021). Dukungan Tenaga Kesehatan dalam Keberhasilan ASI Eksklusif: a scoping review. Jurnal Riset Kebidanan Indonesia, 5(1), 26–35.

Hutchison, J., Mahdy, H., Jenkins, S. M., & Hutchison, J. (2025). Normal Labor: Physiology, Evaluation, and Management. StatsPearls.

Jannah, A., Rindu, R., & Wulandari, R. (2023). Hubungan pengetahuan, dukungan keluarga, status gizi dan inisiasi menyusu dini (IMD) dengan keberhasilan ASI eksklusif di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bogor Tengah. Sentri Jurnal Riset Ilmiah, 2(4), 1149–1162.

Jumatrin, N., Herman, H., & Pane, M. (2022). Gambaran Indikasi Persalinan Sectio caesarea di RSUD Kota Kendari Tahun 2018. Jurnal Keperawatan, 6(01), 01–05.

Kemenkes RI. (2023). Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023.

Mahayati, N., Dewi, I., Tirtawati, G., Astiti, N., & Purnamayanti, N. (2024). Hubungan umur dan paritas dengan breastfeeding self efficacy ibu nifas. Ghidza Jurnal Gizi Dan Kesehatan, 8(1), 68–73.

Maulina, R., & Afifah, C. (2023). Pelaksanaan inisiasi menyusu dini (IMD), jenis persalinan dan dukungan keluarga terhadap pemberian ASI eksklusif. Link, 19(2), 81–86.

Ningrum, N. W., & Yuandari, E. (2023). Pengaruh Teknik Marmet Terhadap Kelancaran ASI Pada Ibu Postpartum di RSUD Pambalah Batung Amuntai. Health Research Journal of Indonesia (HRJI), 1(5), 201–207.

Nurhidayah, R., & Dewi, A. (2023). Gambaran pasien bersalin dengan ketuban pecah dini di RS Sumber Waras berdasarkan kriteria Robson. Tarumanagara Medical Journal, 5(1), 139–145.

Prasetyani, I. Y., Yunita, L., & Nuwindry, I. (2024). Identifikasi Faktor-faktor Pemilihan Metoda Persalinan Sectio Caesarea di Rumah Sakit Pertamina Tanjung. Jurnal Ilmu Kesehatan, 1.

Rahayu, S., Februanti, S., & Kartilah, T. (2024). Asuhan Keperawatan pada Pasien Post Sectio Caesarea (SC) dengan Tindakan Teknik Relaksasi Finger Hold Untuk Mengurangi Nyeri Di Ruang Melati 2a RSUD Dr. Soekardjo Tasikmalaya. Nurse Journal, 2(1), 7–11.

Ritanti, R., & Permatasari, I. (2021). Determinan Praktik Pemberian ASI Eksklusif. Quality?: Jurnal Kesehatan, 15(2), 77–83. https://doi.org/10.36082/qjk.v15i2.209

Rusdiarti, R. (2023). Hubungan Jenis Persalinan dan Dukungan Tenaga Kesehatan dengan Keberhasilan ASI Eksklusif. ARTERI?: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(4), 258–264. https://doi.org/10.37148/arteri.v4i4.280

Siagian, L., Anggraeni, M., & Pangestu, G. (2023). Hubungan antara Letak Janin, Preeklampsia, Ketuban Pecah Dini dengan Kejadian Sectio Caesaria di RS Yadika Kebayoran Lama tahun 2021. Sentri Jurnal Riset Ilmiah, 2(4), 1107–1119.

Sitorus, F., & Purba, B. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan tindakan sectio caesare tanpa indikasi di RSU Sembiring Delitua. Jurnal Keperawatan Dan Fisioterapi (JKF), 1 (2), 42–47.

Sulfianti, S. (2022). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kegagalan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi 0-6 Bulan di UPT Puskesmas Kajuara. Jurnal Suara Kesehatan, 8(1), 45–53.

Sulistyowati, N., & Yuriati, P. (2025). Pemberian Edukasi Proses Persalinan Menggunakan Leaflet Untuk Mengurangi Tingkat Kecemasan Ibu Dalam Menghadapi Persalinan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Anugerah Bintan (JPMAB), 6(1).

Wahyuni, T., Harianto, J., Muflihatin, S., Hasanah, R., & Ratnasari, K. (2024). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Mobilisasi Dini Pada Ibu Pasca Seksio Sesarea. Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, 17(1), 30–35.

Widyastuti, I., & Lestari, D. (2022). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Persalinan Sectio Caesarea di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Johar Baru Tahun 2021. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 13(1), 45–52.